News Update :

Hubungi kami

Silahkan Hubungi Kami

Translate

Terpopuler

There was an error in this gadget

Sahabat Kami

Redaksi Kami

My Photo
RISMAYA
Poris Indah, Tangerang - Banten, Indonesia
Kami adalah sekelompok remaja islam yang ingin terus berkreasi di dalam pergerakan dakwah islam. Membuat suatu organisasi yang kami banggakan bersama RISMAYA ( Remaja Islam Masjid Ainal yaqin )
View my complete profile
There was an error in this gadget

dakwatuna.com

Moto GP News

Setiap Umat Diutus Rasul

Aqidah

" Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya " (Yunus: 47)

Memintal Benang Pakaian Takwa

Alquran

“ Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi `auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat ” (Al-A’raaf: 26)

Memilih Tetangga Sebelum Memilih Rumah (جارقبل دار

Hadits

" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, empat hal termasuk kebahagiaan, di antaranya tetangga yang baik. Beliau juga menyebutkan empat hal termasuk kesengsaraan, di antaranya tetangga yang jahat ”

Presiden Ajak Masyarakat Bangun Peradaban Islam yang Luhur dan Mulia

Alam Islami

" Marilah terus kita bangun peradaban islam yang luhur dan mulia. Islam sebagai rahmat bagi semesta alam "

Program Kerja dan Penjabarannya

Intern RISMAYA

" Program kerja disusun berdasarkan kebutuhan organisasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi aktual pada saat itu dan perkiraan di masa yang akan datang "

Basketball News

Formula 1 News

7 Prinsip Pergerakan Da’wah RISMAYA

Thursday, June 18, 2009

1. Pembinaan moralitas yang berkelanjutan mengedepankan etika pergaulan dalam masyarakat yang berlandaskan “Rahmatan Lil Alamin”, sehingga pergerakannya dapat diterima secara luas.
2. Pembinaan keilmuan yang memadai. Menggalakan kegiatan pendidikan dalam rangka memperkaya intelektual dan wawasan. Sehingga mengahasilkan pola pikir yang bijaksana dalam menjalani seluruh kegiatan-kegiatannya.
3. Membangun kekuatan pergerakan dengan melakukan sinergi yang optimal.yaitu menggabungkan berbagai elemen dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
4. Mengutamakan aspek aksi daripada teori. Mengedepankan aspek pergerakan daripada perdebatan.
5. Menjadikan pegerakan sebagai aksi kemashlatan masyarakat. Baik dalam bidang sosial, budaya maupun yang lainnya. Dan realisasi dijalankan melalui berbagai program atau kegiatan.
6. Membina komunikasi, dan akses dengan berbagai pihak. Menguasai informasi dalam masyarakat, dan ikut terjun memperbaiki masyarakat.
7. Menjadi pemuda yang menjadi sumber tauladan kebaikan kepada masyarakat.mengoptimalisasikan diri sebagai miniatur perbaikan masyarakat di berbagi bidang kehidupan



Tanggal 7 September 2004

Struktur Pengurus Rismaya

Wednesday, June 17, 2009

STRUKTUR PENGURUS RISMAYA
Periode 2009 - 2010

Ketua : Edy Kuswanto
Wakil Ketua : Soehartono
Sekretaris : Aditya Kurniawan
Bendahara : Shinda Amilah

Seksi Talim : - Fadli Zulkarnaen
- Dita

Seksi Humas : - Ryo
- Fajar
- Andreas Hernandez
- Achmad Taufan F. S
- Media Agus D P

Seksi INFOKOM : - M Yudhi Iskandar
- Iwan

Team Kreatif : - Risdianto
- Didi Susanto
- Rega Heriyadi

Seksi Sosial : - Yuni
- Ririn
- Imam
- Wendy

Seksi Ekonomi & Usaha : - M Ferdiansyah
- Alfian Saputra
- Alan Wahid A

Seksi Olahraga : - Geby Putri Utami
- Soeharyo
- Yola
- Tajudin

Seksi Pengkaderan : - Siti Hardianti
- Depi
- Ike Megawati
- Fany

Seksi Diklat : - Isdiantoro
- Putri
- Jefri

Mabit














Mabit merupakan singkatan dari Malam Bina Iman dan Takwa yang salah satu kegiatan rutin Rismaya yang diselenggarakan setiap bulan suci ramadhan. Awal dari Mabit Rismaya merupakan buah pemikiran dari Muhammad Achiru Zaman yang merupakan mantan dari Ketua Rismaya yang ke – 2.

Sampai saat ini mabit Rismaya sudah diselenggarakan sebanyak 5 kali.

Mabit Rismaya diikuti oleh berbagai Remaja masjid yang berada di sekitar lingkungan poris indah. Kegiatan – kegiatan Mabit Rismaya biasanya diisi dengan kegiatan buka puasa bersama, tarawih berjamaah, tadarus ( Tilawah quran ), Siraman Rohani, sholat malam, sahur bersama, Outbound yang biasanya diselenggarakan pada pagi hari.

Dan jika ingin mengetahui kegiatan Mabit berikutnya, silahkan bergabung bersama kami dan mengikuti mabit Rismaya selanjutnya.

Program Kerja dan Penjabaranya

Program kerja adalah merupakan salah satu hasil ketetapan Musyawarah PengurusRemaja Masjid. Program kerja disusun berdasarkan kebutuhan organisasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi aktual pada saat itu dan perkiraan di masa yang akan datang. Penyusunan Program Kerja dalam Musayawarah pengurus dilakukan dengan mempertimbangkan struktur dan bagan organisasi yang dibentuk. Struktur dan bagan organisasi yang akan dibentuk. Struktur dan organisasi dipertimbangkan guna menyahuti atau mendukung perkembangan organisasi. Dalam pembahasanya. Perlu diatur span of control ( rentang kendali ) maupun hierarki pengurus. Juga, perlu dibahas apakah akan memperbesar atau memperkecil jumlah pembidangan kerja. Struktur dan bagan organisasi disesuaikan dengan Program Kerja yang telah disusun. Demikian pula, susunan personil pengurus yang dibentuk diarahkan nantinya dapat bekerja secara personil Pengurus yang dibentuk diarahkan agar nantinya dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam melaksanakan program – program yang telah direncanakan.

Program Kerja untuk pengurus periode sekarang direncanakan dalam musyawarah pengurus. Tentu saja, dalam pembahasanya dapat timbul berbagai usulan program sesuai dengan keinginan anggota yang sedang bermusyawarah saat itu. Masing – masing usulan dapat dipertimbangkan dan sekiranya disetujui oleh peserta musyawarah akhirnya menjadi bagian Program Kerja.

Yang penting, dalam menyusun Program Kerja jangan berdasarkan keinginan – keinginan semata tanpa memperhatikan potensi, sumber daya dan kondisi organisasi maupun informasi kepengurusan periode sebelumnya. Program Kerja bukanlah daftar yang perlu dibuat sebanyak- banyaknya.

Berikut adalah Program Kerja yang disepakati pada saat musyawarah pengurus :



Seksi Talim :

- Merencang dan mengatur jadwal Ta’lim dalam jangka tertentu

- Menyiapkan perangkat Ta’lim, Seperti : Qori, Sartil, Penceramah dan temanya

- Bekerjasama dengan Seksi Pengakaderan dalam membuat Grafik Kehadiran

- Menentukan Proker ( program kerja ) rutin dan tahunan, dan memberikan laporanyannya kepada ketua

Seksi Humas :

- Menyampaikan berita – berita seperti acara ta’lim, rapat dsb kepada seluruh pengurus

- Memberikan laporan tentang kegiatan RISMAYA kepada pihak DKM dan masyarakat

- Mensosialisasikan kegiatan RISMAYA kepada seluruh Reamaja yang berada di sekitar poris indah

- Sebagai utusan dalam menjalin kerjasama dengan remaja masjid lainnya

Seksi INFOKOM :

- Memberikan Info – info update kepada seluruh pengurus

- Menjadikan RISMAYA tempat ajang sharing via internet

- Mensosialisasikan kegiatan RISMAYA via internet

Team Kreatif :

- Membuat Proker selama 1 tahun

- Menyalurkan bakat pengurus dalam bidang seni

Seksi Sosial :

- Mengadakan acara yang bersifat sosial

- Bekerjasama dengan remaja masjid lainnya dalam mengadakan acara sosial

- Apabila ada bencana yang terjadi, segera menggerakan pengurus untuk mengumpulkan dana, baik dari dana pengurus maupun bantuan dari yang lainnya

- Bekerjasama dengan Humas apabila terdapat masalah dalam RISMAYA untuk menjelaskan kepada masyarakat

Seksi Ekonomi & Usaha :

- Menjalankan roda perekonomian RISMAYA

- Membuat program – program dalam pengadaan dana untuk RISMAYA

- Usaha – usaha yang dijalankan diupayakan bersifat religi

Seksi Olahrga :

- Membuat program yang sifatnya kesehatan jasmani

- Menyalurkan bakat pengurus lewat olahraga

- Mengadakan lomba – lomba untuk mengikat tali ukhuwah

Seksi Pengakaderan :

- Mendata pengurus dan anggota yang datang setiap ta’lim dan rapat

- Mengawasi bibit – bibit baru

- Merekruit tenaga baru

Seksi Diklat :

- Mengadakan pelatihan ke oraganisasian

- Memberikan arahan terhadap pengurus tentang segala sesuatu yang ada dalam RISMAYA

- Memberikan penyuluhan tentang keorganisasian



Untuk tiap seksi ini hanya Program Kerja yang dibuat, jadi diharapkan tiap seksi jangan terlalu terpaku dengan Program Kerja tersebut, bagi yang merasa bahwa ada Program Kerja lain yang masuk ke dalam tiap seksi dan sangat bermanfaat untuk perkembangan keorganisasian sangat baik sekali untuk dijalankan. Mudah – mudahan apa yang dilakukan semata – mata untuk perkembangan dakwah dan untuk perkembangan RISMAYA insyallah mendapatkan pahala yang sebesar – besarnya dari Allah SWT.Amin

Usaha – Usaha RISMAYA


Rismaya sebelumnya hanyalah Remaja masjid biasa yang hanya melakukan kegiatan – kegiatan islami, seperti remaja masjid lain pada umumnya. Seiring berjalanya waktu, Rismaya mulai memasuki dunia bisnis, seperti usaha – usaha yang dapat mengembangkan potensi – potensi pengurus untuk lebih peduli dan lebih memperhatikan kemakmuran organisasi Rismaya.

Usaha yang dijalankan dpertimbangkan untuk dapat menstabilkan uang kas intern, sehingga para pengurus tidak perlu lagi dipungut biaya untuk acara – acara yang diadakan, seperti acara talim rutin, apabila ada rekan pengurus sakit, bencana alam, milad pengurus dan banyak lainnya untuk kesejahteraan pengurus dan yang lainnya.

Usaha – usaha yang dijalankan seperti usaha – usaha :
- Jasa pembayaran PAM ( perusahaan air minum )

- Jasa pembayaran PLN ( pembangkit listrik negara )


Usaha – usaha Rismaya tersebut dijalankan oleh seksi usaha yang dibentuk dalam kepengurusan Rismaya dan dibantu oleh pebngurus lainnya.
Ruang lingkup yang ikut dalam usaha Rismaya di sekitar poris indah. Yang alhamdulilah sudah berjumlah sekitar 40 orang, insyaallah Rismaya akan mengembangkan usaha yang ada dan menambah usaha – usaha yang lainnya.

Kerja Bakti

Tuesday, June 16, 2009







Kerja bakti merupakan salah satu kegiatan sosial RISMAYA yang di selenggarakan oleh seksi sosial, dengan di bantu oleh seluruh pengurus RISMAYA.

Kegiatan ini biasanya di selenggarakan pada hari minggu atau hari libur, yang di lakukan di sekitar area Masjid Ainal Yaqin.

Kerja bakti ini wajib di lakukan oleh pengurus RISMAYA, kegiatan ini bertujuan untuk memperindah lingkungan masjid.

Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa

Saturday, June 6, 2009

Harun Yahya
Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001.

Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur'an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya.

Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa "serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia", dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.

Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar "kedudukan kaum Muslim di Eropa" dan "dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim." Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul "Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa" membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.
Gereja Katolik dan Perkembangan Islam

Gereja Katolik Roma, yang berpusat di kota Vatican, adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani, dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar. (1)

Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat, mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998, jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya, terutama di Balkan. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa. (2)
Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa

Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa, terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001, dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994, banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat, pergi ke mesjid, dan berpuasa. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas.(3)

Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999, majalah Turki Aktüel menyatakan, para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam.
Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa

Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.

Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.
Bersatu pada Pijakan Bersama: "Monoteisme"

Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Dalam Al Qur'an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama:

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. Ali 'Imran, 3: 64)

Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka, adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri, kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang, kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama, mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya, terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.
Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan

Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur'an akan tersebar luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Qur'an 14 abad yang lalu:

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)

Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita SAW menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur'an akan meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak merajalela. Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana berikut:

Selama [masa] ini, umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu Majah)

… Penghuni langit dan bumi akan ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi, h. 437)

Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ... (Sunan Ibnu Majah)

Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. (Abu Dawud)

Keadilan akan demikian jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya; lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki. (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar, h. 23)

Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran, keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya, Nabi kita SAW mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur'an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.

Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur'an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.

Rujukan:
1. "Europe's Muslims Worry Bishops," National Catholic Reporter, 22 Oktober 1999
2. "Muslims in Europe," The Economist, 18 Oktober 2001.
3. Time, 24 Desember 2001.

Sumber : Harun Yahya

TATA CARA SHOLAT GHAIB

Sholat ghaib adalah sholat yang ditujukan untuk mensholati jenazah yang berada di negeri lain, baik dekat maupun jauh. Dalil disyariatkannya sholat ghaib adalah sebuah riwayat yang dituturkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir; bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
"Telah meninggal pada hari ini seorang shalih bangsa Habsyi, maka marilah kita bersholat baginya. Jabir berkata, "Karena itu berbarislah di belakang beliau. Beliau shalat untuk orang shalih tersebut, sedangkan kami berdiri bershaf-shaf di belakang beliau saw."[HR. Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat lain dikisahkan, bahwasanya pada suatu hari, Nabi saw memberitahu para shahabat tentang kematian Najasyiy. Lalu, Nabi saw mengajak para shahabat menuju masjid, lalu beliau dan para shahabat sholat untuk Najasyiy. Saat itu, Rasulullah saw bertakbir empat kali.[HR. Jama'ah]
Hadits ini merupakan hujjah disyariatkannya sholat ghaib ketika mendengar berita kematian seorang muslim yang lain. Adapun pendapat Imam Malik dan Abu Hanifah yang menolak adanya sholat ghaib adalah pendapat yang lemah.
Tata Cara Sholat Ghaib. Sholat ghaib dilakukan secara berjama'ah, menghadap kiblat, meskipun yang meninggal dunia tersebut tidak berada di arah kiblat; berniat bagi orang yang meninggal, seorang maupun banyak, wanita maupun laki-laki. Takbir empat kali, dan membaca bacaan seperti halnya tatkala kita melakukan sholat jenazah; lalu diakhiri dengan salam. Wallaahu a'lam bi al-shawab

Meninggalkan Zina Karena Takut Kepada Allah Maka Allah pun Memberinya Mu'jizat

Meninggalkan Zina Karena Takut Kepada Allah Maka Allah pun Memberinya Mu'jizat

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah berbicara ketika masih dalam buaian (bayi) kecuali tiga orang, Isa bin Maryam. Beliau bersabda, 'Dulu, dikalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang ahli ibadah. Ia dipanggil dengan nama Juraij. Ia membangun tempat ibadahnya dan melakukan ibadah di dalamnya'. Beliau bersabda, "orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut tentang (ketekunan) ibadah Juraij, sehingga berkatalah seorang pelacur dari mereka, 'Jika kalian mnghendaki aku akan memberinya ujian'. Mereka berkata, 'Kami menghendakinya'. Perempuan itu lalu mendatanginya dan menawarkan diri kepadanya. Tetapi Juraij tidak mempedulikannya. Lalu ia berzina dengan seorang gembala yang meneduhkan kambing gembalaannya ke dekat tempat ibadah Juraij. Akhirnya iapun hamil dan melahirkan seorang bayi. Orang-orang bertanya, 'Hasil perbuatan siapa?' Ia menjawab, 'Juraij'. Maka mereka mendatanginya dan memaksanya turun. Mereka mencaci, memukulinya dan merobohkan tempat ibadahnya'. Juraij bertanya, apa yang terjadi dengan kalian?' Mereka menjawab, 'Engkau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi'. Ia bertanya 'Dimana dia?' Mereka menjawab, 'Itu dia!' Beliau bersabda, 'Juraij lalu berdiri dan shalat kemudian berdo'a. Setelah itu ia menghampiri sang bayi lalu mencoleknya seraya berkata, 'Demi Allah, wahai bayi, siapa ayahmu?' Sang bayi menjawab, 'Aku adalah anak tukang gembala'. Serta merta orang-orangpun menghambur kepada Juraij dan menciuminya. Mereka berkata kami akan membangun tempat ibadahmu dari emas'. Ia menjawab aku tidak membutuhkan yang demikian, tetapi bangunlah ia dari tanah sebagaimana yang semula'. Beliau bersabda, 'Ketika seorang ibu memangku anaknya menyususi tiba-tiba lewat seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat, maka ia pun berkata, 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Maka bayi itu meninggalakan tetek ibunya dan menghadap kepada penunggang kuda seraya berdo'a, 'Ya Allah jangan kau jadikan aku seperti dia'. Lalu ia kembali lagi ke tetek ibunya dan menghisapnya'. Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, 'Seakan-akan aku melihat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menirukan gerakan si bayi dan meletakkan jarinya di mulut lalu menghisapnya.

Lalu ibunya melalui seorang wanita hamba sahaya yang sedang dipukuli. Sang ibu berkata, 'Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Bayi itu lalu meninggalkan tetek ibunya dan menghadap kepada wanita hamba sahaya itu seraya berdo'a, 'Ya Allah jadikanlah aku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Dan pembicaraan itu berulang. Sang ibu berkata (kepada anaknya), 'Dibelakangku berlalu seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat lalu aku berkata, 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Lantas engkau berkata, 'Ya Allah, jangan jadikan aku seperti dia'. Lalu aku berlalu dihadapan wanita hamba sahaya ini dan aku katakan, 'Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia'. Lalu engkau berkata, 'Ya Allah jadikanlah aku seperti dia'. Bayi itu berkata, 'Wahai ibu, sesungguhnya penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat itu adalah orang yang sombong di antara orang-orang yang sombong. Sedang terhadap hamba sahaya wanita itu, orang-orang berkata, 'Dia berzina, padahal ia tidak berzina. Dia mencuri, padahal ia tidak mencuri'. Sedang hamba sahaya tersebut berkata, 'cukuplah Allah sebagai pelindungku'.

(HR. Al-Bukhari, 6/511, Ahmad dan ini adalah lafazh beliau, Muslim dalam Al-Adab.)

Oleh : Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML->WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.

Kenapa Al-Qur'an Tidak Dibukukan Dalam Satu Mushhaf (Pada Masa Nabi)

Pengumpulan Al-Qur'an yang tidak dilakukan secara sekaligus, melainkan melalui beberapa masa, dimana kemudian menjadi suatu mushhaf yang utuh.

Di sini kami bertanya: "Kenapa Al-Qur'an pada masa Nabi SAW tidak dikumpulkan dan disusun dalam bentuk satu mushhaf?. Jawabnya adalah:
Pertama: Al-Qur'an diturunkan tidak sekaligus, tetapi berangsur-angsur dan terpisah-pisah. Tidaklah mungkin untuk membukukannya sebelum secara keseluruhannya selesai.
Kedua: Sebagian ayat ada yang dimansukh. Bila turun ayat yang menyatakan nasakh, maka bagaimana mungkin bisa dibukukan dalam satu buku.
Ketiga: Susunan ayat dan surat tidaklah berdasarkan urutan turunnya. Sebagian ayat ada yang turunnya pada saat terakhir wahyu tetapi urutannya ditempatkan pada awal surat. Yang demikian tentunya menghendaki perubahan susunan tulisan.
Keempat: Masa turunnya wahyu terakhir dengan wafatnya Rasululah SAW adalah sangat pendek/dekat. Sebagaimana pembahasan terdahulu bahwa ayat Al-Qur'an yang terakhir adalah:
Firman Allah SWT:

Kemudian Rasulullah SAW berpulang ke rahmatullah setelah sembilan hari dari turunnya ayat tersebut(ayat terakhir). Dengan demikian masanya sangat relatip singkat, yang tidak memungkinkan untuk menyusun atau membukukannya sebelum sempurna turunnya wahyu.
Kelima: Tidak ada motivasi yang mendorong untuk mengumpulkan Al-Qur'an menjadi satu mushhaf sebagaimana yang timbul pada masa Abu Bakar. Orang-orang Islam ada dalam keadaan baik, ahli baca Qur'an begitu banyak, fitnah-fitnah dapat diatasi (saat setelah wafatnya Rasulullah SAW). Berbeda pada masa Abu Bakar dimana gejala-gejala telah ada; banyaknya yang gugur, sehingga khawatir kalau Al-Qur'an akan lenyap.

Kesimpulan:
Kalau Al-Qur'an sudah dibukukan dalam satu mushhaf, sedangkan situasi sebagaimana yang tersebut di atas, niscaya Al-Qur'an akan mengalami perubahan dan pergantian selaras dengan terjadinya naskh (ralat) atau munculnya sebab disamping perlengkapan menulis tidak mudah didapat.
Kondisi tidak akan membantu untuk melepaskan mushhaf yang lebih dahulu dan harus berpegang pada mushhaf yang baru karena tidak mungkin setiap bulan ada satu mushhaf yang mencakup tiap ayat Al-Qur'an yang diturunkan. Namun setelah masalahnya stabil yaitu dengan berakhirnya penurunan, wafatnya Rasul, tidak lagi diralat, dan diketahuinya susunan, maka mungkinlah dibukukan menjadi satu mushhaf. Dan inilah yang dilakukan oleh Abu Bakar r.a. khalifah yang bijaksana, semoga Allah membalas jasanya atas perbuatan beliau dalam mengumpulkan Al-Qur'an beserta orang-orang Islam yang mengikuti jejaknya dengan balasan yang berlipat ganda


Sumber : http://www.pesantrenonline.com

Football News

 

© Copyright RISMAYA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.